Saya ridak habis fikir bagaimana kebodohan ini menjalar kedalam otak ku. Kebebalan memaksaku untuk menelan ludah ku sendiri. Sungguh nyatanya diriku adalah makhluk bodoh.
Entah bagaimana aku berserah padanya malam itu.. Bagaimana bisa pertahanan ku runtuh.. Hanya sekejap, sekilas kedipan mata. Bagaimana ideologiku bisa hancur karenanya. Bagaimana bisa diriku begitu lugu akan dirinya?? Semua peranku akan sandiwara ini terasa berhambur bagai tepung yg di burai.
Apa gerangan.. Sentuhannya melahirkan kebejatan yang lama terpendam dalam diriku. Begitu ia menyapukan selaputnya.. Seonggok daging busuk yang begitu aku benci.. Usailah semua.. Busuklah diriku.. Begitu munafik.. Munafik..munafik.. Yang bodoh adalah diriku.