dunia ini...
apakah semua ini ada yang mengawali?? ataukah dunia ini terbentuk dengan sendirinya?? tapi bukankah sesuatu itu ada karena berawal dari ketidak adaaan?? apakah dunia ini eksis dengan sendirinya?? tapi apakah ada orang yang dapat menjelaskan bagaimana dunia ini terbentuk??
dalam sudut pandang sains, dunia itu terbentuk karena bermacam-macam sebab. para ahli mengemukakan teori mereka sendiri. begitu banyak teori yang menjelaskan terbentuknya dunia ini, salah satunya yaitu teori big bang. teori yang mengatakan bahwa dahulu, dunia ini hanya berupa sebuah bola sebesar bola tennis yang meledak dan terjadi berbagai macam reaksi fisika dan kimia sehingga terbentuklah dunia ini. tetapi apakah itu benar?? apakah dunia terbentuk sesuai dengan teori itu?? satu hal yang mengganggu pikiran saya adalah, mengapa begitu banyak teori?? bukankah dengan banyaknya teori yang bermunculan justeru semakin menekankan bahwa belum ada seorangpun yang dapat menjelaskan terbentuknya dunia. semakin banyak teori, maka semakin abstraklah sesuatu itu, semakin susah sesuatu itu untuk di definisikan dan dijelaskan, karena sesuatu itu relativ.
dunia..oh.. dunia. bukan sesuatu yang baru lagi dunia itu. sejak zaman socrates sampai zaman susilo bambang yudhoyonopun belum ada yang dapat mendeksripsikan asal-usul dunia secara tepat. selalu dan terlalu banyak teori akan hal itu. sekali lagi, itu abstrak dan relatif. bukankah dunia yang kita huni sekarang adalah sesuatu yang mutlak dan pasti??
apakah kalian tidak penasaran dan berusaha memikirkan dari apa dunia itu terbuat?? apa komposisi dunia itu sebenranya?? para filsuf masa lampau mengatakan bahwa dunia itu terbentuk dari empat unsur, yaoitu api, air, udara, dan tanah. kalau memang unsur dunia itu adalah mereka (api, air, udara dan tanah) lantas siapa yang membentuk mereka?? siapa yang mengatur mereka sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu seperti sekarang ini yang kitas sebut dunia. tapi sudahlah, dunia adalah sesuatu yang teramat besar dan luas. kita beralih pada manusia saja. pertanyaan baru. mengapa harus manusia yang menjadi tokoh utama di dunia ini?? dalam al-qur'an menyebutkan bahwa manusia adalah kahlifah di muka bumi ini. tapi mengapa?? mengapa keeksistensian para manusia sangat diagung-agungkan?? dan apa sebenarnya tujuan manusia bertempat tinggal di bumi?? apakah itu sebuah prasarat dari terbuangnya adam dan hawa?? tapi apakah sesimple itu?? apakah hanya karena adam dan hawa memakan buah terlarang sehinga ia dihempaskan ke bumi??bukannya tuhan itu maha memaafkan?? tapi mengapa lantas tuhan membuang mereka? apakah ini sebuah kesalaha? kalau iya, berarti kita (manusia) adalah sebuah kesalah, dan keberadaan kita di dunia hanya sebuah keterpaksaan dan tanpa tujuan apapun?? sekali lagi dalam al-qur'an menjelaskan bahwa para khalifah di tugaskan untuk merawat dunia ini. lantas apakah itu hukuman, perintah atau sebuah kewajiban?? tapi mengapa makhluk yang diagungkan ini )adam dan hawA) justeru menjadi sebuah pelayan?? apakah dia (tuhan) memang menyayangi kita??. saya tidak bermaksud membawa kalian (para pembaca menuju ke-atheisan) tidak.. tidak sama sekali. saya hanya mengajak para pembaca untuk menalaah lebih jauh tentang arti sebenarnya kita "dibuang" ke dunia ini.
manusia, "makhluk buangan". jelas kita adalah makhluk buangan dari surga (jika memang itu ada). begitu sadis bukan, nenek nenek nenek buyut kita yaitu adam dan hawa harus di buang dari surga karena mereka KOTOR, benarkan? surga harus dibersihkan dari segala yang kotor, aka dari itu adam dan hawa di buang ke dunia ini. nah sekarang kita berlogika.. sampah di buang pada tempatnya, yaitu tempat sampah, dan karena sampah itu kotor maka harus di buang ketempat yang kotor, benarkan?? sama dengan adam dan hawa, karena mereka kotor maka mereka harus di buang di tempat yang kotor, dan sayangnya tempat itu adalah DUNIA, dunia kotor. dan begitu bangganya manusia bergelut dengan tempat kotor ini. lantas mengapa manusia harus di agung-agung kan? mungkinkah itu taktik tuhan untuk membuat nenek moyang kita (adam dan hawa) menjadi bangga?? dan tidak merasa seperti sampah?? kalau memang demikian, maka sungguh naifla tuhan, jika ia bertingkah seperti itu. akan tetapi bukankah tuhan itu maha bijaksana?? jdi ini adalah kebijaksanaannya?? menajdikan kita hidup di tempat yang kotor? tapi mengapa tuhan tidak mengampuni si adam dan hawa ini saja?? bukankah rahmat dan hidayahnya tidak terbatas?? bisa saja tuhan memaafkan sedua sejoli ini. tuhan itu maha memaafkan, begitu kata setiap pemuka agama menyerukan tentang tuhannya. ahh.. cukuplah sampai disini, membahas tuhan hanya akan membuat kita gila. selamat malam dan selamat tidur.
salam mocking's.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar